MOTIVASI INSTAN



Bagaimana cara mudah membangkitkan MOTIVASI? Ada 4 cara mudah untuk membantu kita membangkitkan MOTIVASI secara INSTAN.

1. ANCHOR
Kita bisa dengan mudah membangkitkan MOTIVASI dengan memanggil kembali berbagai memori, feeling, bayangan, dari hal-hal yang pernah kita LAKUKAN di masa-masa sebelumnya. Ini sesuai dengan prinsip NLP: 'Setiap manusia sudah punya sumber daya yang dibiutuhkan untuk efektif dan bisa memperolehnya'. MOTIVASI tenggelam justru saat mau MELAKUKAN sesuatu, kita mendatangkan berbagai bayangan dari masa lalu mengenai apa yang kita sebut sebagai kegagalan, termasuk membayangkan kegagalan orang lain, kata-kata orang lain, dan lain-lain. Memori ini justru mendatangkan 'state' tidak ter-MOTIVASI. Lakukan sebaliknya! Panggil semua memori atau pikiran terbaik untuk memancing perasaan terbaik! Rekomendasinya adalah cari ketiga hal berikut. Sesuatu yang senang Anda LAKUKAN, sesuatu yang memberikan kenikmatan saat Anda LAKUKAN, dan sesuatu pengalaman dimana Anda pernah merasakan urgensi tinggi (sesuatu yang Anda putuskan LAKUKAN dengan tingkat urgensi tinggi di masa lalu). Setelah dapatkan ketiga ini, Anda putarkan di kepala Anda secara cepat berkali-kali. Saat Anda memperoleh feeling-nya, Anda bisa meng-ANCHOR-nya, misalnya dengan menjepit ibu jari dan jari tengah Anda. Ingat, LAKUKAN berkali-kali dalam 5 sampai 10 menit. Setelah itu, Anda bisa membayangkan apa yang ingin Anda LAKUKAN, sambil menjepit kedua jari tersebut untuk meng-instal MOTIVASI ke dalam keinginan MELAKUKAN tersebut. Saat memori mengenai MOTIVASI tersebut masih menduduki pikiran, perasaan kita pun akan terpengaruh!


2. Munculkan REPRESENTASI pendukung
MOTIVASI sangat dipengaruhi bagaimana kita membuat REPRESENTASI di pikiran kita mengenai apa yang ingin kita LAKUKAN. Bagaimana kita menggambarkan atau menyuarakan TINDAKAN akan menentukan bagaimana perasaan dan MOTIVASI kita untuk MELAKUKAN. Dalam disiplin NLP hal ini disebut sebagai SUBMODALITY. Saat kita bayangkan sesuatu yang ingin kita LAKUKAN, misalnya, apakah bayangan itu sebegitu jelasnya, berwarna, atau buram, hitam putih? Lalu saat kita melakukan dialog internal, apa yang diri kita katakan mengenai apa yang ingin kita LAKUKAN tersebut? Apakah ada kata2 mendukung seperti 'Ah! Saya pasti bisa!', atau malah kata2 yang mensabotase, seperti 'Tidak mungkin berhasil'? Cara membangkitkan MOTIVASI secara INSTAN adalah dengan mengkreasikan berbagai bayangan dan suara2 yang mendukung! Mengkreasikan? YA! Kita hanya akan merasa TERMOTIVASI saat di kepala kita ada gambar2 yang jelas, besar, dan berkualitas menyangkut apa yang ingin kita LAKUKAN. Kualitas REPRESENTASI apa yang ingin kita LAKUKAN akan menentukan MOTIVASI kita untuk MELAKUKANNYA! Jadi kalau bayangan tersebut masih buram, kecil ukurannya, perbesarlah! Buat setajam mungkin! Berikan warna yang tajam dan detil yang jelas! Untuk ini ada dua PILIHAN sederhana dan sangat tergantung dari preferensi kita masing-masing, yakni: RESIKO terburuk kalau kita tidak LAKUKAN, atau REWARD tertinggi saat kita LAKUKAN. Saat kita punya REPRESENTASI yang berkualitas mengenai salah satunya, MOTIVASI bisa muncul! Beberapa pendapat mengatakan untuk hanya membayangkan REWARD atau yang positif-positif saja. Saya setuju hal ini, dan guru besar Dr.Richard Bandler pun mendorong untuk lebih memikirkan REWARD atau faktor kepuasan atau kesenangannya saja. Tapi sesuai kaidah NLP sendiri, 'do what works!', LAKUKAN yang efektif untuk kita masing-masing.
3. LAKUKAN saja!
MOTIVASI mengikuti TINDAKAN. Ini prinsip sederhana. Terlalu banyak orang yang menunggu MOTIVASI untuk MELAKUKAN sesuatu. Padahal MOTIVASI justru bisa timbul setelah kita MELAKUKAN sesuatu. Kaidah energi Einstein mengatakan energi berbanding lurus dengan kecepatan pangkat dua. Sederhananya, semakin cepat, semakin tinggi energinya. Semakin tinggi energi, semakin cepat pula. Kecepatan nol? Energi nol! Energi nol? Kecepatan nol! Tidak melakukan apa-apa? Motivasi nol! MOTIVASI timbul setelah kita MEMIKIRKAN dan MELAKUKAN sesuatu. Jadi? LAKUKAN saja! MULAI LAKUKAN SEKARANG!

4. Jaga momentum dan LAKUKAN terus!
Saat sudah MULAI LAKUKAN sesuatu, jaga momentum dengan TERUS LAKUKAN. Kalau kita termasuk yang beroperasi dengan program yang butuh waktu dan usaha lebih untuk membangkitkan sebuah MOTIVASI, maka cara mudah mempertahankan MOTIVASI adalah dengan TERUS LAKUKAN. Kalau kita berhenti LAKUKAN, selain kehilangan momentum, resiko terbesar adalah kehilangan MOTIVASI untuk meneruskan. Ingat, energi terjaga dengan menjaga kecepatan TINDAKAN. Momentum MOTIVASI terjaga dengan momentum TINDAKAN. LAKUKAN terus dan terus. Ini terutama bagi yang beroperasi dengan Meta Program Reaktif dan/atau Prosedural, yang bukan program paling efektif untuk MEMULAI sebuah TINDAKAN. Kalau memang harus berhenti karena satu dan lain hal, maka kembali ke no.3 - LAKUKAN saja!

Have a positive day!

Hingdranata Nikolay
Licensed Trainer of NLP
Design Human Engineer




selengkapnya..

Perlombaan Maraton Kelinci dengan Kura-kura


Kelinci dan kura-kura bertanding lari maraton? Dari segala aspek, tampaknya pemenangnya sudah pasti, si kelinci!!! Pertama kelinci lincah melompat dengan keempat kakinya yang beberapa kali lebih panjang dibandingkan kaki si kura-kura. Badan kelinci ringan sedangkan sang kura-kura harus mengangkuti rumahnya yang aduhai berat. Jika bertemu halangan dan hambatan, si kelinci dengan mudah dapat melewatinya, tetapi si kura-kura harus pelan-pelan memanjat dan turun lagi di sisi yang berbeda dengan hati-hati sekali agar tidak tergelincir yang kemungkinan akan menyebabkan ia terluka.
Si kelinci yang terlalu percaya diri itu hampir ternganga ketika tantangannya diterima sang kura-kura tanpa pikir panjang. Ia hanya tersenyum misterius ketika binatang-binatang lain di hutan berusaha menasihatinya untuk tidak mengikuti perlombaan di mana ia tak punya kesempatan untuk menang.
Pada hari yang telah ditentukan, matahari di musim panas bersinar sangat garang, kedua binatang yang sangat berbeda itu pun bersiap-siap di depan garis start. Ayam jantan yang bertindak sebagai juri berkokok tiga kali, dan sang kelinci melesat maju ke depan, meninggalkan kura-kura yang baru berinsut beberapa inci. Binatang-bintang lain yang menonton di sepanjang jalur pertandingan bukannya memberi semangat, malah mencemoohkannya dungu, keras kepala dan tak tahu diri.


Sang kura-kura tidak marah diejek, dengan sabar, ia tekun merangkak, beringsut maju selangkah demi selangkah. Sementara itu sang kelinci sudah tidak tampak batang hidungnya. Sang kelinci memang sudah jauh, ia telah menempuh dua pertiga jarak yang ditentukan. Kebetulan ia melewati kebun wortel, agak lapar dan haus ia pun memutuskan untuk mencuri satu atau dua buah wortel. Ia mengendap-endap sambil menunggu kesempatan baik. Ketika sang petani berjalan ke bawah sebatang pohon untuk beristirahat, sang kelinci cepat-cepat menggali dua batang wortel yang besar-besar. Dengan rakus ia menggerogoti wortel-wortel itu.
Setelah kenyang ia tidak segera kembali ke jalur pertandingan. Huh, si kura-kura bego itu pasti masih jauh. Ah, lebih baik aku tidur sebentar! Sang kelinci merebahkan dirinya dalam sebuah lubang. Tanpa terasa ia pun tertidur dengan pulas. Ia bermimpi memenangkan perlombaan dan mendapatkan hadiah yang besar. Tiba-tiba lantai panggung di mana ia berdiri sambil menerima piala dari sang musang rubuh dengan suara keras. Si kelinci kaget. Ia terbangun dan mendapati si petani sedang mengangkat paculnya dan bersiap untuk membacok tubuhnya. Ia melompat sekuat tenaga dan secepat mungkin untuk menyelamatkan diri. Petani wortel tidak tinggal diam, ia mengejarnya. Karena harus menyelamatkan nyawanya, kelinci tak sempat memperhatikan bahwa ia telah berlari ke arah yang menjauhi garis finis.
Sementara itu sang kura-kura terus merangkak. Suatu saat perjalanannya terhalang sebatang balok kayu yang besar. Berulang kali ia berusaha merangkak ke atas dan terjatuh. Ia mengulangi hingga lima kali akhirnya ia berhasil menyeret dirinya ke atas balok tersebut. Menuruni balok kayu itu pun bukan perkara mudah. Ia harus mengerah tenaga sekuatnya untuk mencengkram balok kayu yang mulai rapuh itu agar dapat turun pelan-pelan tanpa harus terjatuh.
Dan, balok kayu itu pun bukan satu-satunya penghalang. Ia pun harus merangkak naik ke atas sebuah undukan yang ternyata merupakan sarang semut api. Tentu saja serangga-serangga itu marah teritorinya dilanggar. Dengan susah payah si kura-kura menenangkan mereka sambil meminta maaf. Dengan sikap pantang menyerah, ia meneruskan merangkak, meskipun nafasnya sudah tersengal-sengal ia bertekat tidak akan beristirahat sebelum mencapai garis finis.
Mari kita kembali kepada si kelinci. Setelah berhasil menyelamatkan diri dari amukan petani, ia kebingungan di suatu tempat yang tidak dikenalnya. Tetapi bukannya buru-buru mencari jalan untuk kembali ke jalur perlombaan, ia memilih beristirahat terlebih dahulu. Sambil berkeluh-kesah ia memijat-mijat kakinya yang pegal-pegal. Setelah hilang penat badannya baru ia mencari jalan untuk kembali ke jalur perlombaan. Seperti si kura-kura ia pun menemui balok kayu besar. Dengan pongah ia melompatinya. Ketika ia terhalang sarang semut api, bukannya permisi dengan sopan, ia malah mengobrak-abrik gundukan tanah yang telah memperlambat larinya itu. Tak ayal lagi semut api melakukan perlawanan, ratusan semut yang berprofesi sebagai tentara mengerunginya, menusukkan sengat mereka yang tajam-tajam membuat si kelinci menjerit-jerik kesakitan. Ia terpaksa berguling-guling di atas tanah untuk mengenyahkan pasukan semut itu. Tanpa ia sadari ia membuang waktu berjam-jam di sana.
Matahari mulai condong ke barat, ketika dengan tenaganya yang terakhir sang kura-kura merangkak melewati garis finis. Dengan girang ia melihat pita merah masih terpasang di tempatnya, pertanda si kelinci lawannya belum melewati garis finis. Binatang-binatang hutan lain seperti musang, beruang, monyet, landak dan sebagainya menyambut kemenangan sang kura-kura dengan tepukan gegap-gempita. Semuanya menggeleng-gelengkan kepada; tidak percaya pada kenyataan yang mereka hadapi.
Di saat makan malam dihidangkan lima belas menit kemudian, tibalah si kelinci sambil terpincang-pincang. Sepasang kelopak matanya bengkak-bengkak bekas sengatan semut.
“Aku belum kalah! Aku tak mungkin mengalah pada kura-kura! Ayo, besok kita bertanding lagi!” Si kelinci berteriak-teriak.
Sang musang mendekatinya dan sambil menepuk-nepuk pundaknya, ia berkata: “Hai, kelinci, kecepatan berlarimu tidak ditunjang perilaku yang tepat! Jika kau tidak mengubah perilakumu, kau akan kalah lagi, jangankan melawan kura-kura, melawan keong pun kau akan kalah!”
*) Erni Julia Kok


selengkapnya..

Pekerjaan Saya 'Gue Banget!'

Ini sebuah generalisasi terhadap kita-kita yang menganggap diri kita tidak bisa bahagia di pekerjaan atau profesi kita. Lebih banyak kita yang hanya 'DO' dan tidak 'BE' dalam profesi tersebut. Kita hanya sebatas MELAKUKAN sebuah pekerjaan, tapi tidak punya IDENTITAS sesuai pekerjaan tersebut.
Mari saya jelaskan lebih mudah. Pekerjaan Anda sekarang ini 'gue banget'? Jawaban 'Ya!' langsung bisa secara sederhana digeneralisasi Anda punya 'BE', bukan hanya 'DO'. Melakukan sesuatu, bisa melakukan sesuatu, atau punya kemampuan untuk melakukan sesuatu, tidak otomatis membuat Anda mempunya IDENTITAS sesuai pekerjaan tersebut. Saya bisa, tapi sebenarnya ini bukan yang saya mau lakukan. Saya bisa, tapi saya selalu merasa 'ini bukan saya'. Ring a bell?
Seseorang bertanya kepada Anda, apa yang Anda 'lakukan' untuk hidup atau apa pekerjaan Anda, Anda menjawab, "Saya menjual sebuah produk', Anda bermain di area 'DO'. Ada perbedaan antara saat Anda mengatakan 'saya menjual sebuah produk' dengan 'Saya seorang penjual produk X'. Ada sebuah kebanggaan IDENTITAS di situ. Jangan heran, saat ini kita temui para 'salesman/woman' yang menghindari menjawab label profesi mereka. Mereka hanya 'DO', bukan karena mereka punya IDENTITAS sebagai seorang penjual. Perhatikan bagaimana seseorang menceritakan kepada Anda mengenai pekerjaan atau profesi mereka. Ada yang berceloteh mengenai hal-hal yang ia lakukan, ada yang lebih ke dirinya saat ia melakukan pekerjaan tersebut.


Bagaimana dengan yang saat ini merasa pekerjaannya bukan 'gue banget'? Tuntutan ekonomi? Mungkin. Tidak punya PILIHAN lain? Bisa saja ada perasaan seperti itu. Hanya sementara atau hanya sebagai batu loncatan? Tentu, bisa saja menyimpan misi pribadi seperti itu. Yang lucu, yang kita katakan entah sebagai pekerjaan sementara, batu loncatan saja, pilihan satu-satunya, tuntutan ekonomi, atau apapun alasannya sehingga kita tidak bisa mempunya IDENTITAS sesuai dengan pekerjaan kita saat ini, atau belum menemukan pekerjaan yang sesuai IDENTITAS diri kita, berlangsung lamaaaa sekali! Untuk beberapa orang, yang dikatakan sementara itu akhirnya menjadi pekerjaan utamanya sampai berpuluh tahun! Yang sering kita tidak ingat adalah bahwa untuk bisa menemukan profesi atau pekerjaan yang kita inginkan atau untuk bisa mencintai pekerjaan atau profesi yang saat ini kita lakukan, keduanya butuh 'tindakan'! Entah saat ini Anda sedang mencari pekerjaan yang sesuai IDENTITAS diri Anda, atau Anda ingin menyesuaikan diri dengan IDENTITAS diri Anda dengan pekerjaan saat ini, keduanya butuh pemikiran dan tindakan yang nyata. We got to THINK and DO something, to BE something! Tidak ada proses otomatis!
Lho, apakah saya harus menyangkali diri dengan mengganti IDENTITAS diri saya sesuai pekerjaan saya? Tidak harus! Karena ada PILIHAN untuk MEMILIH pekerjaan yang sesuai dengan IDENTITAS diri kita khan? Kalau kita tidak mencintai pekerjaan kita dan tidak mengerjakan yang kita cintai, apakah kita perlu heran kenapa kita tidak bahagia dan tidak maksimal?
Kalau begitu bagaimana saya mulai menemukan 'BE' saya di pekerjaan? Sederhana sekali. Dan ini saya asumsikan Anda sudah punya TUJUAN atau GOAL atau misi hidup yang jelas. Kita sederhanakan saja PILHAN-nya ke dua hal berikut. Mulailah memikirkan dan mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan IDENTITAS diri kita, atau mulailah menyesuaikan IDENTITAS diri kita dengan apa yang kita kerjakan sekarang. That's it! Mulailah belajar mencintai pekerjaan kita sekarang, atau mulailah mencari pekerjaan yang benar-benar kita cintai! Dan ingat, tidak ada proses otomatis! Pikirkan dan lakukan sesuatu!
Presuposisi NLP mengatakan, "Saya yang betanggung jawab terhadap terhadap PIKIRAN, PERASAAN, dan PERILAKU saya, oleh sebab itu BERTANGGUNG JAWAB pada HASIL yang saya dapatkan!" dan "SAYA yang menciptakan REALITA saya sendiri!"
Kita tidak bahagia di pekerjaan, kita tidak menemukan IDENTITAS diri yang sesuai dengan pekerjaan, kita mengerjakan sesuatu yang bukan 'gue banget', kita tidak maksimal di pekerjaan karena alasan bukan pekerjaan ideal kita, kita merasa tidak punya PILIHAN, dan lain-lain, itu adalah TANGGUNG JAWAB kita sendiri! Kita bukan korban situasi, kita adalah PENYEBAB situasi! Kalau saat ini kita merasa tidak enak dalam situasi tersebut, get out! Kalau kita merasa tidak punya PILIHAN, cari dan gali, kejar, bidik, bahkan kreasikan PILIHAN lain! Dan kalau kita coret semua kemungkinan dari pikiran kita dan menolak bahwa ada PILIHAN lain di luar sana, dan kita MEMILIH untuk tetap berada dalam situasi tersebut, mulailah belajar untuk ENJOY!
Hidup ini sederhana, tentukan PILIHAN, lalu hidupi dan TANGGUNG JAWAB-lah pada PILIHAN tersebut! Pekerjaan atau profesi kita tidak sesuai dengan IDENTITAS DIRI kita? Ganti pekerjaan atau mulailah belajar menyesuaikan IDENTITAS DIRI kita!
Sehingga kita semua bisa dengan bangga mengatakan: Saya seorang penjual! Saya seorang administrator! Saya seorang supir! Saya seorang akuntan! Saya seorang psikolog! Saya seorang marketer! Saya seorang guru! Saya seorang trainer! Dan lain-lain! Dan mari meraih yang maksimal di pekerjaan dan profesi kita masing-masing, dengan menyatu dengan pekerjaan kita!

Have a positive day!

(Hingdranata Nikolay)



selengkapnya..

THE POWER WITHIN YOU


Pada sebuah festival kesenian seorang penjual balon melepaskan satu balon warna hijau ke udara, dan beberapa saat kemudian dia melepaskan satu buah balon lagi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian pengunjung festival.

Kemudian seorang anak berumur 6 tahun menghampiri penjual balon tersebut, dan bertanya "Kalau balon berwarna merah dilepaskan apakah bisa terbang ke udara juga ?"

Kemudian si penjual balon berkata "Yang membuat balon tersebut terbang ke udara bukan karena warnanya. Tidak peduli mau warna merah, hitam, biru, atau warna lainnya semuanya tetap bisa terbang. Karena yang membuatnya bisa terbang ke udara adalah gas yang terdapat dalam balon tersebut”.

Cerita yang begitu luar biasa ini saya kutip dari buku international best seller karangan Shiv Kera berjudul You Can Win. Pada dasarnya balon dalam cerita tersebut sama seperti manusia. Manusia dapat berhasil mencapai puncak kesuksesan karena kekuatan yang dimiliki dari dalam dirinya sendiri.

P.O.W.E.R atau Kekuatan seperti apa yang mampu membuat seseorang lebih berhasil dari sebelumnya ?


P = Positive
Apapun yang Anda pikirkan, Anda katakan, Anda perbuat lakukanlah dengan positif. Berawal dari pikiran atau mind-set kita. Jika Anda mau menanam dan memelihara mind-set yang negatif, konsekuensinya apa yang dihasilkan dari pikirkan tersebut tidak akan positif.

O = Optimist
Melihat kondisi sulit, mendengar komentar negatif orang lain terhadap kita, mengalami kegagalan terus menerus umumnya membuat kita menjadi down dan pesimis. Manusiawi sekali memang, tapi mau sampai kapan jadi pesimis ?, Seumur hidup ? Saya lebih memilih bangkit dan coba lagi. Gagal dan mengalami penolakan sudah biasa, tapi yang luar biasa adalah keyakinan dalam diri setiap orang.

W = Willingness
Yakin saja tidak cukup, seseorang memang harus ada kemauan dan action untuk mewujudkannya. Kalau ditanya mau berhasil ?, pasti semua mau berhasil. Tapi kata orang bijak will is not enough, you have to do. Kalau memang sudah tidak ada kemauan berhasil, ini perkara sudah repot. Orang tersebut harus menolong dirinya sendiri

E = Enthusiasm
Manusia kalau tidak punya antusiasme sama seperti mobil kehabisan bensin. Sebagus dan semahal apapun mobilnya kalau tidak ada bensin percuma saja. Sama seperti kita kalau punya impian yang luar biasa, mind-set yang positif, tapi ketika mulai action tidak punya antusiasme maka semuanya sia-sia.

R = Refill
Batu baterai saja ada waktunya habis, apalagi dengan kekuatan dalam diri kita. Adalakalanya kita memasuki masa sulit, sehingga kekuatan dalam diri kita semakin melemah. Apa yang harus kita lakukan ? Isi ulang (refill) kekuatan Anda. Dengan apa ?
Isi dengan sesuatu yang mampu meningkatkan power Anda kembali. Baca buku, fokus pada achievement pada masa lalu, bangkitkan kembali potensi, masukkan informasi yang positif ke telinga Anda.

Jadi jangan khawatirkan latar belakang Anda, apapun pendidikan Anda baik itu lulusan lokal maupun lulusan impor, pesona fisik Anda cantik atau kurang cantik....karena bukan itu semua yang menentukan seberapa tingginya Anda akan mencapai kesuksesan tapi lebih kepada POWER yang ada dalam diri Anda.

Selamat mengembangkan Power Anda.
(Muk Kuang)


selengkapnya..

Pemilihan Kata yang Baik dan Tepat

Sebaiknya kita memilih kata-kata dengan cermat dalam berkomunikasi. Mengapa demikian? kata-kata adalah pintu hati orang lain untuk mengenal dan memahami kita lebih dalam meski dalam komunikasi dan interaksi tak hanya kata-kata kita ucapkan melainkan tindakan dan bahasa tubuh kita. Memilih kata-kata dengan baik dan cermat bukanlah pelajaran bagaimana kita merangkai kata dengan indah dan berseni dalam beropini dengan orang lain melainkan ini sebagai renungan untuk lebih bijak memilih kata-kata yang sesuai dan efektif untuk menyampaikan panduan buah pikiran dan emosi kita. Dengan demikian, dalam kondisi apapun emosi yang menggelayuti hati entah kemarahan, kesedihan, kekesalan, kegembiraan, kekecewaan, keputusasaaan, kata-kata apa telah kita renungkan dan akan meluncur keluar dari bibir indah kita.
Sebenarnya, pemilihan kata-kata yang lebih baik dan tepat dapat meningkatkan kemampuan kita untuk mengukur jarak antara rongga pikiran dan emosi. Dengan melatih untuk memilih setiap untaian kata yang terucap, secara tidak sadar kita telah melatih anugerah manusiawi kita melalui tingkat kesadaran diri, imajinasi, hati nurani, dan kebebasan kita untuk memilih kata-kata yang tepat guna dan efektif sebagai bentuk reaksi kita pada orang lain. Seharusnya, kemampuan kita dalam memilih kata-kata kita jadikan sebagai alat pengendalian diri dan penyaring yang akurat terhadap butiran huruf negatif yang tak perlu ikut serta bersama ribuan kata lain yang siap meluncur deras. Kata-kata yang terucap dari bibir seseorang acap kali dianggap sebagai refleksi pribadi dirinya. Tak mengherankan bila pemimpin akan menjadi pemimpin karena kemampuannya mengolah kata-kata yang terucap yang tepat, efektif, dan selalu ingin didengar oleh setiap telinga pengikutnya. Bila tidak kita tunggu saja keruntuhan singgasananya.


Tak hanya itu saja, kemampuan kita dalam memilih kata-kata memampukan kita mengubah stimulus negatif menjadi reaksi positif yang membuat orang lain terdorong untuk menjadi lebih baik, lebih nyaman, bahkan menjadi lebih semangat. Sebaliknya kata-katapun bisa menimbulkan persegesakan, permusuhan bahkan pertikaian yang hebat sekalipun. Jadi siapapun dia dengan pekerjaan apapun yang disandangkanya, rasanya tak ada alasan untuk tidak memilih kata-kata yang baik dan cermat, bukan! (MY)
Have a positive day!
Salam Inspirasi
Mohamad Yunus


selengkapnya..

Rasa Percaya Diri


Aset paling berharga bagi banyak orang adalah juga aset yang paling belakangan dihargai. Aset itu, bila ditangani dengan semestinya, akan mampu memberikan hasil secara dramatis. Aset yang tidak dapat dikenakan harga setinggi apapun. Itulah otak manusia, pikiran dan proses berfikir.
Otak merupakan kawasan penyimpanan yang kapasitasnya luar biasa, menjadi pentinglah untuk berhati-hati di dalam mengisinya. Sebagian orang mempunyai otak yang penuh dengan pemikiran dan pengalaman negatif. Mereka akan secara terus-menerus menanamkan masukan saya tidak mampu dengan setumpuk alasan mengapa mereka tidak mampu. Sehingga ketika dihadapkan pada sebuah kesempatan atau tantangan baru, otak mereka, ketika ditanya, mengirimkan jawaban : Tidak, kamu tidak mampu, atau tanggapan lain semacam itu.
Lima langkah yang diperlukan untuk membangun kepercayaan diri dan yang pada gilirannya membangun rasa percaya diri bagi motivasi diri dari dalam.
Hindari mencari-cari alasan
Begitu banyak orang mengurungkan niat mereka dengan mengajukan alasan yang tidak masuk akal dan samasekali salah. Seperti :
- Saya tidak bisa
- Saya tidak mampu sebab...
- Pendidikan saya belum memadai
- Saya sudah terlalu tua
- Saya masih terlalu muda, dll
Siapapun dapat mencari alasan bagi hampir segalanya, maka dalam membangun kepercayaan diri, jangan sekali-kali membuat alasan. Hal itu mungkin sangat menyenangkan dan menentramkan hati, tetapi alasan-alasan hanya akan menghamabat seseoarang dari pencapaian sasaran. Ingatlah bahwa otak Anda adalah kawasan penyimpanan -- apa yang Anda masukkan pada gilirannya akan keluar lagi, jadi gantilah penyisipan hal-hal negatif dengan hal-hal positif.


Gunakan Daya Imajinasi
Otak dengan kapasitasnya yang tidak terbatas dapat membantu Anda dengan tanpa batasan mencapai ambisi hidup jika Anda memberinya kesempatan. Biarkan dia menggambarkan diri Anda sebagai pribadi yang Anda inginkan. Dengan jelas menggambarkan apapun wujud yang Anda inginkan. Semakin Anda memikirkan itu semua semakin besar kepastian akan suatu hasil yang positif.
Jika Anda terus menerus membiarkan pikiran Anda dipenuhi dengan bermacam-macam pemikiran mengenai penyakit dan kesehatan yang buruk, Anda hampir pasti akan mengalami penyakit yang Anda pikirkan. JIka Anda terus menerus memikirkan hasil negatif tentang pergaulan atau karier bisnis, pemikiran itu pada gilirannya akan mengakar dalam diri Anda. Maka dalam proses membangun kepercayaan diri dengan menmggunakan proses kesan daya imajinasi otak, pentinglah untuk menjadi yakin bahwa apa yang sedang Anda pikirkan dan lihat dengan jelas adalah hal yang positif. Hal yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada diri Anda dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus mengarah ke sasaran Anda, cita-cita dan kebahagiaan dalam hidup.
Jangan Takut Gagal
Kegagalan telah mengahalangi begitu banyak orang sehingga mereka mundur sebelum mencoba, berbuat atau meraih keberhasilan sebab mereka tidak mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebagian orang benar-benar tidak pernah mencoba sesuatupun sebab rasa takut gagal ini telah menguasai otak mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya diri dan penuh keraguan.
Penampilan Membentuk Kepercayaan Diri
Penampilan luar memang bukan segalanya. Kadang-kadang perlu untuk membelanjakan uang demi penampilan luar yang menarik, karena dengan penampilan luar yang menarik memberi kesempatan yang ada dalam diri Anda untuk merasa baik. Tetapi haruslah tetap bersikap realistis. Sebagian orang bersikap berlebihan dalam penampilan mereka dan pada akhirnya semua itu hanya demi kepuasan ego mereka.
Susunlah Catatan Mengenai Sukses Yang Diperoleh
Setiap orang pernah mencapai sukses dalam hidupnya. Cara mengumpulkan catatan sukses masa lalu sangat sederhana. Pikirkan balik sukses Anda yang paling awal yang mungkin terjadi pada masa sekolah ketika memenangkan lomba balap kelereng atau balap karung. Mungkin juga berawal dari ucapan selamat ketika memenangkan lomba mengambar atau melukis. Ini bisa dulakukan secara lisan pada suatu audio kaset atau buku catatan. Anda bisa melihat kembali catatan dan memperbaharui aset paling berharga Anda dengan kenangan akan sukses tersebut.
Motivasi hanya dapat mengabadikan diri berdasarkan harapan. Untuk memotivasi diri, seseorang harus memiliki harapan tentang sebuah masa depan. Oleh karena itu dalam memotivasi diri seseorang bertanggung jawab untuk menciptakan sendiri harapannya.
Disarikan dari buku Sukses Memotivasi karangan Richard Denny
Have a positive day!
Salam Inspirasi
(Mohamad Yunus)

selengkapnya..
 

Mengenai Saya

Foto saya
AKU ADALAH SEORANG PENGEMBARA KATA-KATA